TANJAB TIMUR – Pengerjaan sasaran fisik bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Bapak Mulyono di Desa Merbau, Kecamatan Mendahara, terus digenjot oleh Tim Satuan Tugas (Satgas) TMMD ke-130 Kodim 0419/Tanjab pada Sabtu (17/10/2026). Meski bahan-bahan material utama belum sepenuhnya tiba di lokasi karena masih dalam perjalanan jalur perairan, hal tersebut tidak menyurutkan semangat para prajurit untuk terus bekerja.
Menyiasati waktu tunggu tersebut, tim Satgas bersinergi bersama Bhabinkamtibmas setempat pada hari ini memfokuskan pekerjaan pada pembuatan dan pemasangan bouwplank (papan acuan pondasi) untuk rumah Bapak Mulyono. Langkah taktis ini diambil guna memastikan kekuatan dan ketepatan ukuran struktur bawah rumah sebelum nantinya dilakukan pengecoran atau pemasangan bata.
Batih Ter Satgas TMMD yang mengawasi langsung di lapangan menjelaskan bahwa langkah ini sangat krusial dalam sebuah konstruksi bangunan. Ia memaparkan bahwa waktu luang sembari menunggu material justru dimanfaatkan untuk mematangkan perhitungan teknis bangunan.
“Hari ini kita memang masih menunggu pengiriman material utama tiba di lokasi. Namun, pantang bagi kami untuk berdiam diri. Kami bersama rekan Bhabinkamtibmas memutuskan untuk mulai merakit dan memasang bouwplank pondasi. Papan acuan ini bukan sekadar pembatas biasa, melainkan penentu titik simetris, kesikuan, dan presisi ukuran rumah Bapak Mulyono nantinya,” jelas Batih Ter.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa ketelitian di tahap awal ini akan berdampak panjang pada kualitas bangunan secara keseluruhan.
“Pondasi adalah urat nadi sebuah bangunan. Jika ukurannya dari awal sudah melenceng atau tidak presisi, ke atasnya bangunan bisa miring dan tentu sangat membahayakan penghuninya. Oleh karena itu, kita pastikan kerangka acuannya benar-benar akurat hari ini. Jadi, begitu material pasir, semen, dan batu bata tiba, kita tinggal tancap gas bekerja dengan pedoman pondasi yang sudah kuat dan pasti,” paparnya.
Kekompakan antara Satgas TMMD TNI dan Bhabinkamtibmas Polri di lokasi pekerjaan terus terlihat dan menjadi wujud nyata sinergitas di lapangan. Inisiatif dan perhitungan matang dari tim ini diharapkan mampu menghasilkan hunian yang tidak hanya cepat selesai, tetapi juga kokoh, aman, dan nyaman untuk ditinggali oleh Bapak Mulyono dan keluarga.








