TANJAB TIMUR – Kabar menggembirakan kembali mewarnai perjalanan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 0419/Tanjab di penghujung bulan Oktober. Perjuangan panjang membelah bumi di Desa Merbau, Kecamatan Mendahara, membuahkan hasil manis setelah air akhirnya sukses memancar ke permukaan dari pengerjaan fisik sumur bor di titik keempat.
Rasa syukur dan kelegaan tampak jelas menyelimuti lokasi pengerjaan saat semburan air pertama kali keluar dari instalasi pipa. Namun, tidak ingin terburu-buru terlena dengan keberhasilan awal, personel Satuan Tugas (Satgas) yang senantiasa didampingi oleh warga setempat langsung sigap melakukan tahapan krusial selanjutnya, yakni pengecekan kondisi fisik dan kelayakan air.
Mengawal langsung proses pengujian tersebut di lapangan, Batih Ter Satgas TMMD memberikan penjelasan teknis mengenai arti penting pengecekan kualitas air sebelum fasilitas ini diinstalasi ke tahap akhir (penampungan).
“Alhamdulillah, keringat gotong royong kita membuahkan hasil, air di titik keempat sudah berhasil keluar. Namun secara teknis, pekerjaan belum usai. Saat ini tim di lapangan sedang melakukan tahap flushing atau pengurasan sekaligus pengecekan fisik air. Kita menguji parameter dasarnya secara visual: tingkat kejernihan, memastikan tidak ada bau endapan, serta memantau seberapa stabil debit air yang ditarik oleh mesin,” urai Batih Ter.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kualitas air adalah prioritas utama demi jaminan kesehatan masyarakat dalam jangka panjang. “Semburan awal biasanya masih membawa sisa sedimen lumpur dari proses pengeboran. Kita akan terus kuras hingga airnya benar-benar jernih dan layak konsumsi. Kami harus memastikan 100 persen bahwa sumber air yang kita temukan ini murni dan aman sebelum nantinya didistribusikan ke rumah-rumah warga,” tambahnya.
Keberhasilan memancarkan air di titik keempat ini semakin mengokohkan bukti nyata kemanunggalan TNI dan rakyat. Harapan warga Desa Merbau untuk sepenuhnya terbebas dari kesulitan air bersih kini semakin nyata dan merata di berbagai pelosok desa.








